Akibat Virus Covid-19, Panglima Asahan Minta Pemerintah Pulangkan Warga Aceh di Malaysia

Timesline.Id,Aceh Timur - Panglima GAM Wilayah Asahan Muhammad atau akrap disapa Amat Leumbeng yang juga Wakil Ketua Komisi C DPRK Aceh Timur meminta Pemerintah Aceh untuk memulangkan para TKI atau warga Aceh di Malaysia.

Desakan Panglima Asahan tersebut disampaikan kepada media ini, Jumat (24/4/2020) akibat kondisi setelah mewabahnya Covid-19, terutama di Malaysia.

Penyebaran virus Corona yang kian meresahkan dunia saat ini membuat Amat Leumbeng sangat khawatir.

Terlebih Amat Leumbeng turut prihatin kepada warga Aceh atau TKI Aceh di Malaysia yang kini harus berdiam diri di rumah, akibat lockdown yang diberlakukan di negera tersebut.

Karena itu, Panglima Asahan meminta Pemerintah Aceh untuk mencari solusi agar warga Aceh yang kini berada di Malaysia bisa segera dipulangkan ke Aceh.

Apalagi, ke depan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri akan tiba, sepatutnya dengan kondisi saat ini, menurut Amat Leumbeng, lebih baik warga Aceh yang mengais rezeki di negeri seberang, bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga.

"Saya meminta Pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah dalam pemulangan warga Aceh di Malaysia,karena meraka juga rindu kelurganya," Ujar Amat Leumbeng

Amat Leumbeng sadar, memang dengan kondisi saat ini, tidak mudah memulangkan warga Aceh dari Malaysia.

Namun, katanya, pasti pemerintah punya cara tersendiri.

Apalagi Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia sudah berpengalaman saat memulangkan mahasiswa Aceh dari Wuhan, China beberapa waktu lalu.

Jika maskapai tidak ada jam terbang, lanjut Amat Leumbeng, masih bisa ditempuh dengan jalur laut.

Dan Amat Leumbeng menyarankan, agar Pemerintah Aceh menyewa kapal untuk mengangkut warga Aceh dari sana.

“Bisa saja dengan kapal, jadi pulang dari jalur laut saja. Saya rasa ini harus dilakukan, jangan sampai nanti ada warga kita yang memaksa diri pulang dari jalur belakang,” kata Amat Leumbeg.

Amat Leumbeng juga mengatakan, jika warga Aceh nanti dipulangkan, tentu prosedur kesehatan bagi mereka yang dibawa pulang harus benar-benar diterapkan.

Mereka yang baru tiba tetap harus dikarantina selama 14 hari sesuai dengan prosedur kesehatan dalam mencegah Covid-19.

“Begitu tiba, ya harus dikarantina, itu prosedurnya. Intinya dibawa pulang dulu, karena kita juga sayang mendengar keluhan warga kita di sana,” pungkas Amat Leumbeg.(*)

Penulis:

Baca Juga