Kasus Dugaan Wanprestasi, Kuasa Hukum Meminta Majelis Arbiter Adil

foto dari kiri Lukman Wicaksono, Alessandro Rey, Kartika Sari Putri, dan Alifa Nadella.
foto dari kiri Lukman Wicaksono, Alessandro Rey, Kartika Sari Putri, dan Alifa Nadella.

Jakarta, Timesline.id - Terkait permohonan Wanprestasi pihak PT. CGS CIMB NIAGA tersebut, kuasa hukum Yahya Basalamah dari Kantor Rey & Co Jakarta Attorneys at Law, Alessandro Rey, SH., MH., MKn., BSC., MBA., LUTCF, LUF, FSS, CPM, CLA, IPC, CRA, CTA, CLI, CTL, CCL., mengatakan jika pihak PT. CGS CIMB NIAGA selaku pemohon salah dalam penulisan nama termohon.

"Nasabah yang menjadi Termohon dalam perkara a quo tersebut seharusnya adalah YAHYA BASALAMAH bukan YAHYA BASAMALAH sehingga Pemohon salah menarik pihak (gemis aanhoeda nigheid) dalam perkara a quo” ujar Rey dalam keterangannya, Rabu (6/5/2020).

Rey menambahkan, jika yang dimaksud Pemohon adalah Nasabah Rekening Efek Regular PT CGS CIMB NIAGA, Maka nasabah tersebuat adalah YAHYA BASALAMAH dengan akun Nomor RJKL5293 yang dibuka tanggal 24 Oktober 2014 berdasarkan Perjanjian Pembukaan Rekening Investor.

"Namun jika yang dimaksud Pemohon adalah YAHYA BASAMALAH, maka yang bersangkutan adalah bukan Nasabah Rekening Efek Regular PT CGS CIMB NIAGA." terang Rey.

Lebih lanjut Rey menjelaskan, jika Pemohon dalam Permohonannya salah menarik pihak maka permohonan tersebut disebut Error in Persona.

“Permohonan yang Error in Persona adalah permohonan yang tidak memenuhi syarat formil dalam hukum acara perdata yang digunakan sebagai prosedur beracara di BANI”, jelas Rey.

“Akibat hukum Permohonan Pemohon yang salah menarik pihak (Gemis Aanhoeda Nigheid) berdasarkan Pasal 8 angka 3 RV adalah permohonan Pemohon haruslah dinyatakan tidak dapat diterima atau dalam istilah hukum lebih dikenal dengan NO (niet ontvankelijke verklaard). Hal tersebut juga bertentangan dengan ketentuan Pasal 1340 KUHPerdata”, tambahnya.

Namun kata Rey, selain dari Kuasa Hukum Pemohon salah menuntut pihak, Mereka juga dalam permohonannya menuntut kurang pihak (plurium litis consortium) karena pada saat pembukaan rekening ada 3 (tiga) rekening yaitu Yahya Basalamah, Adib dan Murod, dan oleh karenanya demi hukum mereka harus dijadikan pihak dalam perkara sebagai termohon sehingga yang menjadi Termohon bukan saja YAHYA BASALAMAH tetapi juga ADIB dan MUROD.

“Hal tersebut didasarkan pada Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung Nomor Putusan Mahkamah Agung Nomor 201 K/SIP/1974 tanggal 28 Januari 1976 yang menyatakan kurangnya pihak yang ditarik sebagai Termohon dikualifikasi mengandung error in persona sehingga akibat hukum dari cacat formil tersebut adalah Permohonan Pemohon harus dinyatakan tidak dapat diterima” ujar Rey.

Untuk itu sambung Rey, pihaknya berharap agar Majelis Arbiter dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya demi tegaknya hukum dan demi memberikan kepastian hukum, keadilan dan kemaslahatan bagi pihak-pihak yang berperkara, karena putusan tersebut akan banyak dibaca oleh khalayak ramai termasuk mahasiswa, sehingga mereka akan bisa membuktikan bahwa apa yang dipelajari sebagai teori di bangku kuliah benar-benar bisa diterapkan dalam praktek.

“Dengan kata lain apa yang ada pada teori hukum juga sama dalam prakteknya atau Das Sollen adalah sama dengan Das Sein.” Pungkasnya

Penulis: Eddy Y Prasetyo

Baca Juga