Kejari Depok Belum Terima SPDP Kasus Penipuan Umrah

Timesline.id – Kejaksaan Negeri Kota Depok mengaku belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus penipuan umrah PT Doa Arafah Madinah (Damtour) atas tersangka Hambali Abbas, 39.

“Belum diterima (SPDP-nya). Kita tunggu, setelah itu baru cek syarat formil dan materiilnya sudah lengkap atau belum,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari, Rabu, 18 Agustus 2019.

Sufari mengatakan pihaknya juga belum menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengikuti perkembangan perkara penipuan dan penggelapan terhadap ratusan calon umrah yang tersebar di 15 kabupaten/kota itu.

Terpisah, Kapolresta Depok AKB Azis Andriansyah menuturkan Hambali Abbas telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan terhadap 200 calon jemaah umrah. Pihaknya masih mendalami kasus itu termasuk bukti-bukti yang telah disita dari kantor PT Damtour.

“Tersangka dijerat dua pasal pidana. Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan 372 KUHP tentang Penggelapan,” kata dia.

Pasal yang dikenakan terhadap tersangka Hambali berbeda dengan sejumlah kasus yang pernah ditangani penyidik Polresta Depok. Seperti, kasus penipuan First Travel (FT) maupun Abu Tour ketika keduanya juga dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Tetapi, Azis menjelaskan tak menutup kemungkinan penerapan TPPU pada kasus penipuan umrah PT Damtour. Saat ini pihaknya baru penyelidikan unsur pidana penipuan dan penggelapan.

“Untuk sementara baru dua pasal itu yang dapat kita kenakan kepada tersangka. Ini juga kan masih dalam pengembangan,” tuturnya.