Tan Hanna Dharma Mangrwa, Hanya Satu Soksi, Tak Ada yang lain

Jakarta, Timesline.id - Soksi sebagai pendiri Golkar mengedepankan Pancasila dan dikenal sebagai organisasi besar yang turut membasmi PKI. Dalam era sekarang ini Soksi masih berperan untuk melanjutkan perjuangan para pendiri Soksi, Prof. Soehardiman.

Sayangnya isu tak sedap muncul yakni terkait dengan kabar retaknya Soksi berkaitan dengan kericuhan dan kegaduhan dalam tubuh Golkar.

"Dinamika politik yang ada di partai Golkar telah teruji dan dilihat oleh partai-partai lain yang sebagian besar berasal dari kader Golkar. Dan tentunya semua itu terjadi karena Bangsa indonesia semakin besar, tumbuh dan berkembang menjadi negara adidaya, menjadikan indonesia menjadi negara kuat dan maju nantinya." ujar Ketua Umum Baladhika Karya Satuan Serba Guna Hendrik L Karosekali, SE.MBA.

Oleh karena itu, Hendrik mengingatkan kepada semua pihak akan istilah Tan Hanna Dharma Mangrwa yang artinya (Tiada Kebenaran yang Mendua).

Sebagai Ketua umum lembaga konsentrasi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), ia berharap Soksi kembali melebur menjadi satu.

Dijelaskan Hendrik, Golkar sebagai salah satu partai besar di Indonesia, selalu mengalami dinamika yang tinggi tiap kali akan menggelar munas. Tak bisa dipungkiri, dinamika ini juga mempengaruhi internal partai, termasuk juga Soksi sebagai salah satu ormas pendiri partai Golkar dalam Trikarya.

Menurut Hendrik, Baladhika Karya sebagai bagian dari keluarga besar Soksi merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi ini. Kondisi ini seolah menegaskan bahwa Soksi selalu diombang-ambingkan oleh pihak-pihak luar yang tidak ingin Soksi besar kembali. Soksi kerap diombang-ambingkan oleh perdebatan internal yang berkepanjangan.

“Oleh sebab itu, kami mengajak kepada semua keluarga besar Soksi. Baik lembaga konsentrasi Soksi, sesepuh dan pinisepuh. Untuk menjadikan agenda dan momentum Munas Partai Golkar sebagai wahana persatuan. Setelah sekian lama kita tercerai-berai dalam perbedaan pendapat, klaim dan terbelah seperti amuba,” kata Hendrik dalam pernyataannya, Rabu (6/11/2019).

Lanjutnya, Plt Ketua Soksi Boby Soehardiman telah mengadakan pertemuan dengan ketua Umum Soksi Rusli Zaenal. Pada pertemuan tersebut Rusli Zaenal bersama Sekjend Baladhika Karya DR. Eko setiobudi Sekjen Depipus Baladhika Karya Satuan Serbaguna. Boby Soehardiman sendiri menjadi Plt Ketua menggantikan Ade Komarudin yang dalam masa pemulihan dari sakit.

Pada pertemuan tersebut, mereka membahas tuntas bagaimana Soksi bangkit. Berbuat dan berkarya nyata, mengisi kemerdekaan dengan memajukan Bangsa Indonesia di semua lini.

“Mas boby sangat berserah dan menerima kebenaran dan kebaikan ini adanya. Dan Rusli Zaenal menyampaikan agar nanti dilakukan munas setelah masa berakhir. Kemudian ikrarkan tidak ada Soksi lain. Dan berharap semua dapat diakomodir dengan baik dan benar. Kami sebagai yang muda merasa bahagia sekali. Dan sadar kalau kami tidak salah jalan. Jalan ini terlihat sosok senior yang santun, visioner dan mengayomi yang junior,” ujarnya.

Hendrik berharap akan tercatat sejarah baru dalam kebangkitan Soksi yang harus dimaknai bersama. Soksi dan semua lembaga konsentrasinya berperan bersama dalam mengisi Trikarya sebagai pendiri Golkar. Ia optimis Soksi akan maju, berbuat dan berkarya untuk kebesaran dan kemajuan Golkar.

“Dan terlihat jelas, setelah mas Boby Suhardiman sebagai Plt ketua umum, tidak ada lagi yang mengatasnamakan soksi A, soksi B ataupun Soksi C. Hanya ini Soksi penerus yang ada. Yang pak Suhardiman dirikan. Buat kami, mas Boby lah saat ini harapan untuk Soksi tampil di depan. Hanya ada satu Soksi yaitu Ketua umum Boby suhardiman,” tutup Hendrik. (*)

Penulis:

Baca Juga